Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia

Thursday, July 21, 2011

Press Conference: KAMMI Tuntut Pemilu Dipercepat

BANDUNG, TRIBUN - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menilai bahwa pemerintah SBY gagal. Melalui cara konstitusional KAMMI meminta SBY untuk mundur atau percepat Pemilihan Umum Presiden.
Ketua Bidang Kebijakan Publik, Noval Abuzar, mengatakan bahwa KAMMI se-Indonesia mendorong perubahan kepeimpinan nasional dalam tempo yang sesingkat-singkatnya agar Indonesia terbebas dari rezim yang koruptif, pembohong dan menyengsarakan rakyat.


"Di usia tiga belas tahun reformasi dan tiga belas tahun KAMMI berkontribusi, melalui momentum konsolidasi kader KAMMI se-Indonesia menyatakan sikap politik dan rekomendasi, kita akan kerahkan massa karena kita yakin rakyat sudah muak," katanya, Kamis (21/7).
Ketua Bidang Publikasi, Erik Setiawan, mengatakan kenapa isu ini harus diteriakan karena kerisauan di kalangan mahasiswa terlihat saat ini dimana kepemimpinan SBY tidak terlihat.
"Banyak contoh kasus dalam pemerintahan SBY yang menyengsarakan rakyat," ujarnya.
Wakil Ketua Umum, Sugeng, mengatakan bahwa KAMMI Indonesia sudah muak dengan pemerintahan SBY, beberapa fakta yang terlihat diantaranya adalah adanya hukum pancung terhadap Ruyati. Tidak ada pemberitahuan kepada pemerintah Indonesia, ini berarti sudah melecehkan. "KAMMI tidak akan tinggal diam, jika pemerintah hanya tinggal diam, kami selaku generasi muda akan bergerak!" katanya.(Fam) http://bit.ly/mOHnQb

No comments:

Post a Comment

sponsor