Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia

Monday, October 30, 2017

Mengenal 9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia

Kita sering kali mendengar istilah  9 Naga yang identik dengan tokoh dan pengusaha Tionghoa yang menguasai perkonomian di Indonesia. Namun, tahukan anda siapa saja tokoh tersebut. Berikut ulasan singkat 9 naga tersebut.

1. Sofjan Wanandi
Sofjan Wanandi


Bernama asli Liem Bian Koen, beliau lahir di Sawahlunto , Sumatra Barat pada 3 Maret 1941 Aktif di bidang politik ketika masih mahasiswa. Penganut agama Katolik ini pernah menjabat sebagai ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dari tahun 2008 hingga 2013.
Perusahaan yang pernah dikelola antara lain
a Gemala Group
b. PT Dharma Kencana Sakti
c. PT Garuda Mataram (perakitan mobil)
d. PT Mandala Airways (Maskapai penerbangan)
e. PT Dharma Putra Film
f. PT Tri Usaha Bakt (asuransi, industri,  asuransi, konstruksi, dan perkapalan)

Thursday, August 17, 2017

Mengapa Tanah Arab Terpilih Sebagai Tempat Turunnya Rosul Terakhir

Dalam buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menyatakan bahwa cikal bakal bangsa Arab menjadi tiga bagian, yaitu ;
1.    Arab Ba’idah, yaitu kaum-kaum Arab terdahulu  yang sejarahnya sudah tidak bisa lagi dilacak secara rinci, seperti Ad, Tsamud, Thasm, Jadis, Imlaq, dan lain-lain.
2.   Arab Aribah, yaitu kaum Arab yang merupakan keturunan Ya’rub Yasyjub bin Qathan, disebut pula Arab Qahthaniyah. Tempat kelahiran kaum Arab Qahthaniyah adalah Yaman.
3. Arab Musta’rabah merupakan kaum Arab yang berasal dari keturunan Nabi Ismail, disebut pula Arab Adnaniyah. 
Tenda di Mina


Kaum Arab Adnaniyah menetap di Hijaz, terutama dekat Baitul Haram. Baitul Haram sangat erat kaitannya dengan sejarah perjalanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Di mana Nabi Ibrahim dibantu oleh anaknya (Nabi Ismail) untuk membangun rumah ibadah bagi manusia pertama kalinya. Pada awalnya bangsa Arab mengikuti millah (agama)yang dibawa oleh Nabi Ibrahim bersama anaknya. Namun dalam kurun waktu tertentu mengalami penyimpangan yang parah. Awalnya beribadah pada Allah yang Maha Esa kemudian menjadi penyembah patung-patung berhala (kemusyrikan).


Wednesday, August 9, 2017

Beberapa Dalil Keistimewaan Membaca Al-Kahfi pada hari Jumat

  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

                     Firman اللهِ:
              A'udzubillahiminasy syaithonirojiim
        “...Pada hari ketika kamu melihat orang Mu'min Laki2 dan Perempuan, sedang cahaya mereka bersinar dihadapan dan disebelah kanan mereka.."
             (Surat al-Hadid : 12)
Samudra yang Diciptakan Allah SWT

Berikut beberapa keistimewaan membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat.
      Dari Ibnu Umar رضي الله عنـه berkata Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم    bersabda:
          “Siapa yang membaca   Surat al-Kahfi pada hari Jum'at, maka akan memancar Cahaya dari bawah kakinya sampai kelangit, akan meneranginya kelak pada hari Kiamat, dan diampuni Dosanya antara dua Jum'at” 
        (Hadits ini diriwayatkan- oleh Abu Bakar bin Mardawaih; dari Kitab at-Targhib Wa al-Tarhib: 1/298)

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم    bersabda:
   “Barangsiapa yang membaca Surat al-Kahfi pada malam Jum'at, dia akan disinari Cahaya antara dia dan Ka’bah”
     (Hadist Riwayat Ad Darimi; Syaikh al-Albani : Shohih, dalam Shohihul Jami’- No : 6471)

Monday, August 7, 2017

Renungan Hak Sesama Muslim

Berikut keutamaan-keutamaan dalam ukhuwah islamiyah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم    bersabda:
“Hak seorang Muslim atas seorang Muslim yang lain ada 6 (enam) :
”Diantara para Sahabat, ada yang bertanya,
‘Apa saja Yaa Rasululllah?’

Beliau menjawab :

1.”Bila kamu berjumpa dengannya, ucapkan Salam.
2. Jika ia mengundangmu, penuhilah.
3. Jika Ia meminta Nasihat kepadamu, Nasihatilah.
4. Jika ia bersin dan Memuji اللهِ hendaknya kamu mendo'akannya, dan
5. Jika ia sakit, jenguklah.
6.Dan jika ia Wafat, antarkanlah Jenazahnya”
(Hadist Riwayat Muslim)



Hak sesama Muslim


Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda :
"Barangsiapa yang memperhatikan    kepentingan Saudaranya, Maka اللهِ Akan selalu memperhatikan kepentingannya."
(Hadist Riwayat Muslim)

Sahabat ...

Sunday, August 6, 2017

Rajawali vs Kura-kura, Televisi Melawan Media Online

Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) merupakan salah satu stasiun televisi swasta tertua di Indonesia. RCTI dan MNC merupakan stasiun di bawah MNC group kepunyaan Hari Tanoesudibjo. Kedua stasiun tersebut menjari corong politik dan kantong uang bagi MNC group. Berita seperti seputar indonesia menjadi rujukan banyak penonton layar kaca dan pada saat yang lain versi cetak dan onlinenya bisa dinikmati.

Rajawali vs Kura-kura
Di era digital saat ini, sebuah blog bisa menjadi saingan berat sebuah acara berita di televisi. Sebuah grafik dari BI (http://uk.businessinsider.com/tv-vs-mobile-and-digital-in-ad-revenue-and-audience-share-2014-12) memberitakan bahwa untuk pertama kalinya, tahun 2017 ini, pendapatan iklan dari media digital melebihi TV. Di Indonesia, MNC group pun menganggap situs opini seperti seword sebagai saingan. Apalagi selama ini seword dan MNC adalah musuh opini politis.

Saturday, July 29, 2017

Media Opini dan Media Fakta Citizen Journalism

Di zaman cyber saat ini, hampir setiap orang bisa dengan mudah membuat media berita. Dengan adanya konsep Citizen Journalism (CJ), setiap warga bisa menulis atau melaporkan setiap hal yang dilihat dan didengar. Di tambah lagi, sekarang, membuat media online, cukup dengan membayar beberapa puluh ribu untuk domain top level dan menggunakan blog gratisan untuk penulisan, maka setiap orang bisa membuat 'media' nya sendiri.
Kompas Gramedia


Awal CJ di Indonesia bisa dilihat pada konsep Harian Kompas dengan media cybernya kompasiana, yang memungkinkan pembaca untuk menulis dengan label 'kompas' sebagai naungannya. Hal ini berlanjut pada perang cyber antara pihak pro dan kontra pada suatu peristiwa, terutama peristiwa politik.

Tuesday, July 11, 2017

Di balik Lirik lagu Despacito tersembunyi pesan yang kurang sesuai budaya timur

oleh Ummu Ahmad

Lagu Despacito yang sedang ramai dibicarakan dan dinikmati oleh semua kalangan termasuk anak-anak sebenarnya kurang sesuai untuk budaya Indonesia. Despacito sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang artinya 'secara pelan-pelan' atau 'secara perlahan' dalam bahasa inggris 'slowly'.
Musik Despacito di Mall

Berikut lirik despacito dan terjemahannya.

Kosa Kata Bahasa Arab di bidang kesehatan dan obat-obatan

Bagi anda yang belajar bahasa Arab, kosa kata (mufrodat) adalah bagian penting dalam bahasa. Menguasai banyak kosa kata, memungkinkan kita menguasai bahasa arab lebih cepat. Kita juga perlu mengetahui kosa kata yang digunakan dalam bidang tertentu, karena kata yang sama dalam bahasa Indonesia, bisa jadi mempunyai terjemahan berbeda dalam bahasa Arab untuk dua bidang yang berbeda misal bidang kesehatan berbeda dengan bidang sejarah. Berikut beberapa kosa kata bahasa arab yang berhubungan dengan kesehatan.

الطبّ (at-tibb) : obat

التمريض (at-Tamriidh) : perawatan

طبيب (Thabiib) : dokter

Obat, syifaa juga berarti obat



طبيب الاسنان (thabib al asnaan): Dokter gigi

مستشفى (mustasfaa) : rumah sakit

Saturday, March 8, 2014

Siapa Saja Istri Nabi dan Mengapa Dinikahi?


by. ustadz YM

Mesin Cuci Mainan dari Kardus
Dalam catatan sirah nabawiyah, ada sebelas orang wanita yang dinikahi oleh Rasulullah SAW, dua di antara mereka meninggal ketika Rasulullah SAW masih hidup sedangkan sisanya meninggal setelah beliau wafat. Nama-nama isteri beliau adalah:

1. Khodijah binti Khuwailid RA, ia dinikahi oleh Rasulullah SAW di Mekkah ketika usia beliau 25 tahun dan Khodijah 40 tahun. Dari pernikahnnya dengan Khodijah Rasulullah SAW memiliki sejumlah anak laki-laki dan perempuan. Akan tetapi semua anak laki-laki beliau meninggal. Sedangkan yang anak-anak perempuan beliau adalah: Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah. Rasulullah SAW tidak menikah dengan wanita lain selama Khodijah masih hidup.

2. Saudah binti Zam’ah RA, dinikahi oleh Rasulullah SAW pada bulan Syawwal tahun kesepuluh dari kenabian beberapa hari setelah wafatnya Khodijah. Ia adalah seorang janda yang ditinggal mati oleh suaminya yang bernama As-Sakron bin Amr.

32 Relawan Dunia ke Gaza, Ditolak Masuk Mesir



By: SELIDIK
****
Kantor Kementrian Luar Negeri di Timur Tengah

Rassd.com mengabarkan, bahwa 32 relawan dunia ke Gaza yang kebanyakan kaum Hawa ditolak masuk Mesir. Pihak imigrasi Mesir, menolak memberikan izin dan mendeportasi seluruhnya ke negara-negara asal.

Saturday, November 26, 2011

Islamic Worldview 11

Kita tidak mengakui dalam hal Islam terhadap garis pembagian yang datar yang memisahkan pemahaman  public dan khusus terhadap kebenaran Agama. Kita lebih memelihara sebuah garis tegak penyatuan dari pemahaman umum dan khusus; sebuah garis tegak dari penyambungan yang kita sebut sebagai jalan lurus dari Islam Iman Ihsan tanpa ada ketidak-sesuaian dalam tiga tahap kenaikan ruhiah yang mana Kenyataan atau kebenaran Ketuhanan yang dianggap dan diakui dalam kasus kita yang bisa di akses ke banyak hal.

Pola pada kain

 Hal ini sia-sia untuk melakukan penyamaran kesalahan dalam hal agama, dalam pendangan pemahaman mereka dan penafsiran terhadap naskah mereka yang mereka percayai sebagai mencerminkan wahyu asli, dengan

Sunday, November 13, 2011

Islamic Worldview 10

Pesan inti dari wahyu selalu sama: untuk mengenal dan mengakui dan menyembah Satu Tuhan yang Benar dan Sebenarnya (ilah) sendiri, tanpa mengekutukanNya dengan sekutu, saingan, atau bandingan tidak pulah mensifati seperti diriNya; dan mengakui kebenaran yang dibawa oleh Nabi nabi sebelumnya dan juga kebenaran terakhir yang dibawa oleh Nabi Terakhir yang dibenarkan oleh Nabi-nabi sebelumnya. Dengan pengecualian dari umat Nabi terakhir ini, yang mana agaa wahyu telah mencapai kesempurnaan tertinggi yang ana kemurnian awal terjaga hingga hari ini, kebanyakan umat-umat dari nabi sebelumnya yang diutus telah secara bebas mengubah tuntunan menurut ciptaan budaya dan penemuan adat menurut mereka sendiri, dan mengklaim hal ini adalah agama tiruan dari agama wahyu.
Islamic Caliphate

Friday, November 11, 2011

Islamic Worldview 9

Kecenderungan untuk mengarah pada penemuan ilmu pengetahuan modern yang memikirkan sistem alam semesta dengan berpasangan pada pernyataan-pernyataan yang diterapkan pada masyarakat manusia, tradisi budaya, dan nlai –nilai adalah satu dari ciri sifat dari modernitas. Posisi dari mereka yang mendukung teori keMahaan persatuan dari agama yang berbasis pada anggapan bahwa semua agama atau agama besar umat manusia merupakan agama wahyu. Mereka mengasumsikan bahwa kea lam semestaan dan keMahaBesaran dari pencerahan yang mengsahkan teori mereka yang mereka temukan setelah melakukan pengajaran terhadap diri mereka sendiri dengan metafisika dalam islam. Dalam pemahaman mereka terhadap metafisika ini dari kemahaan persatuan dari kehadiran, mereka secara lebih jauh menganggap bahwa penyatuan kemahaan dari agama telah dilakukan. Terdapat kesalahan mendasar dalam semua asumsi mereka, dan frase penyatuan kemahaan agama merupakan kesalahan dan mungkin berarti seperti itu untuk motif selain dari kebenaran. Mereka mengklaim untuk mempercayai keesaan yang maha dari agma-agama yang merupakan sesuatu yang disarankan kepada mereka secara inductive oleh imajinasi dan diturunkan dari spekulasi intelektual dan tidak dari pengalaman yang sebenarnya. Jika hal tersebut diingkari dan klaim mereka diturunkan dari pengalaman yang lain, maka kemudian kita katakana lagi bahwa indra keesaan yang dialami bukan dari agama tapi dari derajat yang berbea dari pengalaman keagamaan individu yang tidak sepenuhnya mengarah pada anggapan bahwa agama dari tiap individu yang mengalami keesaan tersebut, mempunyai kebenaran dari keabsaahan sebagai agama wahyu pada tingkat keberadaan biasa. Terlebih lagi, seperti yang sudah ditunjuk,

Thursday, November 10, 2011

Islamic Worldview 8

 Sifat – sifat Tuhan yang dipahami dalam Islam tidak sama seperti konsepsi Tuhan yang dipahami pada berbagai tradisi agama di dunia; tidak pula sama seperti konsepsi Tuhan yang dipahami pada tradisi filosofis di Yunani dan Yunani kuno. Bukan pula seperti konsepsi Tuhan yang dipahami di tradisi ilmiah dan filosofi di barat; bukan pula tradisi mistis di Timur dan Eropa.

Kemiripan yang sama yang mungkin ditemukan pada berbagai konsepsi Tuhan dengan sifat-sifat Tuhan yang dipahami di Islam tidak bisa ditafsirkan sebagai bukti identitas dari Tuhan alam semesta yang tunggal dalam berbagai konsepsi dari sifat-sifat Tuhan; untuk setiap dan tiap-tiap konsepsi mereka merupakan dan termasuk pada sistem konsepsi yang berbeda yang mana butuh untuk diterapkan pada konsepsi sebagai seluruh atau sistem super agar menjadi berbeda –satu sama lain. Tidak ada satupun sebuah hubungan kesatuan agama yang bersifat transcendent, jika kesatuan berarti satu-satunya atau kesamaan dan jika kesatuan tidak berarti satu-satunya atau kesamaan, maka terdapat perbedaan atau ketidak samaan dari agama bahkan pada tingkat transcendent. Jika hal tersebut memanglah sesuatu yang bersifat kebetulan atau ketidak miripan pada tingkat dan hal itu  dengan kesatuan berarti ketersambungan dari bagian yang membutuhkan keseluruhan, sehingga hal tersebut mengikuti bahwa pada tingkat keberadaan yang biasa, dalam umat manusia yang sama adalah hal yang menjadi batasan kemanusiaan dan alam semesta materi. Agama apapun tidak sempurna secara sendiri dan dalam dirinya tidak cukup untuk mewujudkan tujuannya, dan hanya bisa mewujudkan tujuannya, yang mana tujuan yang benar hanya kepada satu tuhan alam semeeta tanpa menyekutukannya dengan sekutu, tandingan, atau sejenisnya pada tingkat transcenden.

Friday, October 28, 2011

9 Penyebab Seorang Murobbi Gagal Berinteraksi dengan masyarakat

9 penyebab seorang murobbi gagal sebagai seorang dai antara lain:

1. mengucilkan diri dari masyarakat
ketika seorang tetangga

2. memiliki pemahaman yang salah terhadap uzlah syu'uriyah
kita harus eksklusif dalam hal aqidah dan inklusif dalam masalah sosial. misal seorang kader punya tetangga yang anaknya pacaran di depan rumah adalah hal yang salah.

3. tidak membiasakan diri menjalin hubungan dengan orang lain
mencuekkan orang di samping ketika di kendaraan.

4. pengalaman sebelumnya
mahasiswa cenderung tidak berkomunikasi dengan sekitar dll.

5. masalah kesibukan
kader biasanya sibuk setiap hari karena kantoran maupun agenda dakwah sehingga seakan tidak berinteraksi dengan sekitar.

Friday, August 19, 2011

Momentum Memperluas Paham Agama


Ahmad Rizky Mardhatillah Umar

KH MAS MANSYUR pernah memberi kita sebuah nasihat bagus: "Hendaklah faham agama yang sesungguhnya (murni) dibentangkan seluas-luasnya, diujikan dan diperbandingkan, sehingga kita mengerti dan meyakinkan bahwa Agama Islam yang paling benar, ringan dan berguna, hingga merasa nikmat mendahulukan amalan keagamaan itu".

Belajar Disiplin

Ikhtilaf
Nasihat tersebut kemudian ditetapkan menjadi salah satu dari 12 Langkah Muhammadiyah. Maknanya, agama Islam tidak mengikat paham pada pemeluk-pemeluknya untuk hanya memahami persoalan agama secara tunggal, baik dalam segi ibadah maupun muamalah duniawiyah. Ada beragam hadits dan beragam pendekatan dalam memutuskan perkara fiqh, sehingga tidak mungkin dipersempit hanya menjadi satu macam jalan beragama.

Salah satu qa'idah ushul fiqh menyebut bahwa hukum-hukum Islam dapat berubah-ubah dengan mengingat keadaan orang. Oleh sebab itu, hendaknya dalam beragama tidak hanya satu pendekatan yang dipertimbangkan, melainkan juga pendekatan yang lain untuk di-tarjih dan diputuskan kedudukan hukumnya agar bisa berlaku bagi umat.

Hikmahnya yang lain, kita dituntunkan untuk tidak bersikap fanatik mazhab atau fanatik jamaah, melainkan menjadikan semuanya sebagai sumber keragaman dalam khazanah Islam yang memperkaya satu sama lain. Inilah yang dimaksud oleh KH Mas Mansyur sebagai "memperluas paham agama".

Berbeda adalah hal yang sangat niscaya dalam kehidupan ini. Allah sudah menggariskan dalam firman-Nya di surah Al-Hujurat: 13, "Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai suku dan bangsa, supaya kamu berkenal-kenala . Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwa di antara kamu".

Dari ayat tersebut, sudah jelas bahwa perbedaan di antara manusia adalah fitrah. Akan tetapi, perbedaan dalam soal agama hendaknya tidak menjadi konflik berlarut-larut. Rasulullah sudah memerintahkan kita untuk kembali pada Al-Qur'an dan As-Sunnah ketika berselisih paham dalam agama.

Wednesday, August 17, 2011

sekali merdeka, merdeka sekali


Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 66 pada 17 Agustus tahun 2011 ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan bulan Ramadhan. Peristiwa serupa juga terjadi pada 66 tahun silam, saat Indonesia diproklamirkan sebagai bangsa merdeka. Setelah melalui perjuangan panjang selama lebih dari tiga abad, Jum’at 17 Agustus 1945 Masehi bertepatan dengan 9 Ramadhan 1334 Hijriyah, dari bangsa terjajah yang dipecah belah oleh politik devide et impera kompeni,  Indonesia bertransformasi menyatakan kemerdekaan sebagai bangsa yang bersatu dan berdaulat dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Bukan suatu kebetulan jika pertemuan momentum tersebut kembali terulang pada tahun ini. Di sana ada pesan sejarah yang sangat kuat untuk kita maknai. Penulis berkeyakinan bahwa Allah SWT yang telah menganugerahi berkat dan rahmat-Nya kepada negeri berpenduduk mulsim terbesar di dunia ini, sebagaimana diyakini dan dituliskan di dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945, hendak menyentak kesadaran kita tentang cara kita mengisi kemerdekaan. Cara memaknai rentang waktu yang dilalui bangsa. Kita seharusnya memutar memory, dan dengan demikian semoga kesadaran reflektif itu muncul kembali, seperti kesadaran merdeka yang dimiliki oleh para pendiri bangsa kala itu. 

Tuesday, August 16, 2011

Al-Qur'an, Kemerdekaan dan Pengetahuan

Gegap gempita kemerdekaan RI sudah mulai terasa malam ini. Tak terasa, besok segenap pegawai negeri sipil dan pelajar akan melaksanakan upacara bendera sebagai sebuah penanda peringatan 66 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Bendera merah putih dipasang di depan rumah, menambah semarak kemerdekaan di usia republik yang tak lagi muda ini.

Ternyata bukan hanya kemerdekaan yang menyita perhatian kita. 17 Agustus tahun ini juga bertepatan momentumnya dengan tanggal 17 Ramadhan, momentum peringatan nuzulul qur'an. Di masjid-masjid diadakan pengajian untuk menyambutnya. Tadarrus mulai digalakkan sebagai sebuah penanda mulai turunnya Al-Qur'an dari Surah Al-Alaq: 1-5.

Rupanya, Ramadhan kali ini begitu istimewa. Dua momentum besar bertepatan dalam satu waktu. Dan dua momentum tersebut sangat berharga bagi umat Islam Indonesia. Apa yang mempertemukan keduanya?

Tujuan Kemerdekaan
Anies Baswedan merefleksikan kemerdekaan RI tahun ini dengan begitu mantap. "Narasi kemerdekaan bukanlah sebuah ekspresi cita-cita semata", tulisnya, "tetapi ia adalah janji. Pada setiap anak bangsa dijanjikan perlindungan, kesejahteraan, pencerdasan dan bisa berperan di dunia global".

Thursday, August 11, 2011

Merebut [dari dan untuk] Masa Depan (Resensi buku Merebut Masa Depan)


Oleh: Uum Heroyati dan Nunik Yuniati**
DALAM konteks sebagai muslim sekaligus sebagai warga Negara, gelisah merupakan hak sekaligus kewajiban. Ini adalah fitrah yang membawa arus perubahan dalam sejarah yang menjadi—semacam—dentuman yang “membahayakan”. Walau mesti diakui bahwa sering kali kegelisahan membawa pelakunya ke lubang “kematian”; namun penulis—sebagaimana yang diungkap dalam buku ini (meminjam pernyataan penulisnya suatu ketika, “Itupun jika layak dinamai buku”)—mengajak kita semua untuk sesekali gelisah, (asal) dilanjutkan dengan mematangkan diri secara massif agar tidak terjebak ke dalam lubang yang sama berulang-ulang.
Dengan percaya diri—karena keyakinan dan tekad—penulis buku ini mengingatkan bahwa kita hadir sebagai umat Islam sekaligus sebagai warga Negara—dengan berbagai macam hak dan kewajibannya—memiliki potensi (baca: keunggulan) dan kelemahannya masing-masing, untuk mewujudkan satu kata dalam ruang nyata: perubahan. Perubahan adalah idiom sederhana, namun ia merupakan garansi untuk cita-cita masa depan; sebuah zaman dimana kita dan banyak orang ikut menghadirkannya dan bahkan hidup di dalamnya. Perubahan adalah suatu takdir sejarah yang akan dipergilirkan. Karena itu, kita tak perlu pesimis dengan perubahan selain ikut terlibat menghadirkannya.
Dalam buku ini penulisnya berbicara apa adanya mengenai Indonesia (Negara yang dihuni oleh berbagai latar manusia, tempat dimana kita tinggal kini), tentang Islam (sebuah sistem yang mengarahkan kehidupan kita, bagaimana semestinya kita mengeja kehidupan) dan tentang Peradaban Dunia (sebuah kenyataan (baca: sejarah) global yang kelak menjadi tempat sistem atau Islam yang kita yakini itu berjaya ria). Penulisnya seperti terinspirasi oleh gagasan Malik bin Nabi yang mengatakan bahwa peradaban (baca: masa depan) merupakan kisah mengenai tiga variabel utama: manusia, sistem dan sejarah. Buku ini ditulis dalam tiga tema besar itu, yang dengan bahasa lain penulisnya ‘memodelkannya’ ke dalam tiga pembahasan utama seputar Ke-Indonesia-an, Ke-Islam-an dan Peradaban Dunia (Islam).

sponsor